Mahajitu, seni bela diri tradisional Indonesia, semakin populer dalam beberapa tahun terakhir karena kombinasi unik antara teknik menyerang, bergulat, dan senjata. Salah satu tokoh terkemuka di dunia Mahajitu adalah Master Adi Surya, seorang praktisi terkenal dengan pengalaman puluhan tahun di bidang seni.
Saya mendapat kehormatan untuk duduk bersama Guru Adi Surya untuk wawancara eksklusif guna mempelajari lebih lanjut tentang perjalanannya di Mahajitu dan wawasannya tentang seni.
Master Adi Surya memulai pelatihan Mahajitu di usia muda, di bawah bimbingan ayahnya yang juga seorang praktisi terampil. Dia ingat menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk mengasah keterampilannya dan menguasai teknik yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Saya tertarik pada Mahajitu karena kepraktisan dan efisiensinya dalam situasi pertahanan diri,” jelas Master Adi Surya. “Saya terpesona dengan kelancaran gerakan dan penekanan pada penggunaan energi lawan untuk melawan mereka.”
Selama bertahun-tahun, Master Adi Surya telah berkompetisi di berbagai turnamen dan pameran, menampilkan keahliannya dalam Mahajitu kepada penonton di seluruh dunia. Rekornya yang mengesankan dan kemahiran teknisnya telah memberinya reputasi sebagai salah satu praktisi terbaik di bidang ini.
Ketika ditanya tentang pendekatannya terhadap pelatihan, Master Adi Surya menekankan pentingnya disiplin dan dedikasi. “Latihan yang konsisten adalah kunci untuk menguasai Mahajitu,” katanya. “Ini bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi juga fokus mental dan pemikiran strategis.”
Selain pelatihannya sendiri, Guru Adi Surya juga berdedikasi untuk mewariskan ilmunya kepada generasi praktisi Mahajitu berikutnya. Dia mengajar kelas reguler di dojonya dan mengadakan lokakarya dan seminar untuk berbagi keahliannya dengan siswa dari semua latar belakang.
“Saya percaya bahwa Mahajitu adalah seni bela diri yang dapat bermanfaat bagi siapa pun, tanpa memandang usia atau tingkat kebugaran,” kata Master Adi Surya. “Ini mengajarkan keterampilan hidup yang berharga seperti disiplin, rasa hormat, dan ketekunan.”
Saat wawancara kami hampir berakhir, saya terkesan dengan semangat dan dedikasi Guru Adi Surya terhadap Mahajitu. Komitmennya terhadap seni dan keinginannya untuk membaginya kepada orang lain sungguh menginspirasi, dan saya yakin dia akan terus menjadi tokoh terkemuka di dunia Mahajitu di tahun-tahun mendatang.
Kesimpulannya, bertemu dengan Guru Mahajitu merupakan pengalaman yang sungguh mencerahkan. Kekayaan pengetahuan dan keahliannya di bidang seni merupakan bukti keagungan dan keindahan Mahajitu. Saya bersyukur atas kesempatan untuk belajar dari seorang praktisi yang terampil, dan saya berharap dapat melihat ke mana perjalanannya di Mahajitu membawanya selanjutnya.
